Danau yang awalnya dikelola oleh pemuda setempat ini sekarang sudah terkenal di kalangan masyarakat Bangka Belitung dan juga sempat viral di media sosial tik tok.

Dikutip dari Travel.kompas.com setelah viral di tik tok danau pading banyak mendapat pujian dari warganet.

Tidak sampai di situ saja, respon positif muncul dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf ) Sandiaga Uno. Sandiaga Uno mengatakan “Kita harus pastikan bahwa post-mining atau pascatambang itu bukan hanya meninggalkan musibah. Tapi kalau dikelola dengan penuh hikmah, akan manjadikan berkah”.

Menurut Sandiaga, danau ini bahkan berhasil mengatarkan Desa Perlang menembus 50 besar desa wisata terbaik dalam anugrah Desa Wisata Indonesia ( ADWI ) 2022.

Baca Juga  Peristiwa Karhutla di Bangka Tengah Capai 40 Kasus, Ternyata Ini Penyebabnya

Apa Urgensi Sustainable Tourism Terhadap Pariwisata Jangka Panjang?

Di sinilah penulis bermaksud supaya menerapkan sustainble tourism atau pariwisata berkelanjutan agar tetap menjaga eksistensi danau pading untuk jangka yang lama atau untuk generasi berikutnya.

Sustainable tourism di sini merupakan pengembangan konsep berwisata atau cara yang dapat berdampak jangka panjang pada pariwisata, baik itu terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk generasi sekarang dan yang akan datang.

Pada upaya pengembangan sustainable tourism, Kemenparekraf/Baparekraf menyebutkan ada empat pilar fokus yang dapat diperhatikan dan dikembangan.

Di antaranya adalah pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata), ekonomi berkelanjutan (sosio ekonomi), keberlanjutan budaya (sustainable culture), serta aspek lingkungan (environment sustainable) yang harus selalu dikembangakan dan dijaga.

Baca Juga  Bawaslu Bangka Tengah Ingatkan Parpol Pilih Saksi Jangan asal Comot

Berbekal 4 pilar tersebut, tren pariwisata berkelanjutan akan menjadi tujuan wisata yang sangat diminati oleh wisatawan. Tidak hanya sekadar liburan saja para wisatawan juga tetap memperhatikan protokol berwisata yang erat kaitannya dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan kelsetarian alam. Menariknya, sustainable ini bukanlah hal baru yang diterapkan di Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan adanya destinasi wisata yang lebih duluan menerapkan sutainable tourism yang dari dulu sampai sekarang masih tetap bertahan.

Setidaknya beberapa destinasi yang sudah menerapkan pariwisata berkelanjutan ini diantranya Taman Nasional Baluran yang terletak di Situbondo, Jawa Timur yang dikenal sebagai Little Afrika di Jawa, karena memiliki suasana yang khas.

Tidak hanya itu saja, masih ada tempat wisata yang menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan seperti Taman Nasional Ujung Kulon, Sangeh Monkey Forest, Punti kayu Palembang, dan Umbul Ponggok.

Baca Juga  Upaya Mengembangkan Pola Pikir Growth Mindset bagi Seorang Pendidik

Jika bercermin dari berbagai tempat yang sudah menerapkan sustainable tourism, penting juga bagi tempat wisata lainnya daerah manapun itu untuk segera menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan ini, mengingat destinasi yang ada ini bukan hanya untuk dinikmati oleh orang-orang saat ini saja, tapi juga penting untuk memikirkan bagaimana generasi yang akan mendatang agar bisa merasakannya juga.

Harmin, Mahasiswa Fakultas Ilmi Sosial Dan Politik Universitas Bangka Belitung/Kader Himpunan Mahasiwa Islam(HMI) Komisariat Universitas Bangka Belitung Cabang Bangka Belitung