“Jadi kalau tempatnya bagus, tempatnya rapi, tempatnya bersih kan enak juga pengguna. Seperti yang kita lihat di sinikan banyak ruko-ruko dan kios-kios pedagang kuliner kita. Ketika tempatnya bersihkan otomatis orang bisa mengunjungi. Tapi kalo tempatnya kotor mereka agak males datang apalagi berbelanja,” imbaunya.

Terlebih lagi permasalahan sampah yang masih menjadi PR terberat pemerintah Kabupaten Bangka.

Mulkan juga berpesan kepada pelaku usaha kuliner untuk turut menjaga kebersihan area tempat berjualan. Sehingga memberikan rasa nyaman dan indah bagi masyarakat untuk datang berkunjung.

“Nanti mereka akan curiga jangan-jangan makanan yang disajikan tidak bersih dan tidak sehat apabila kondisi lokasi yang tidak dijaga. Sehingga kita ajak pelaku usaha kuliner tidak membuang sampah sembarangan. Ketika membuang sampah masukan dulu ke dalam kantong plastik. Sehingga nanti tidak berserakan sampah sampah tersebut. Apalagi tidak diangkut oleh petugas kita, maka akan dibawa anjing kemana mana. Sehingga dapat merusak tatanan atau pemandangan kita semua,” tutupnya.

Baca Juga  Kemendagri: 17.317 Perda Terdampak UU Cipta Kerja