Sementara itu, Bidan Puskesmas Sijuk yang bertugas pada saat kejadian,  Lina, Amd.Keb menjelaskan kronologi kejadian, pada Pukul 20.17 WIB dirinya mendapatkan kabar dari pasien bahwa telah terjadi gejala-gejala melahirkan pada tubuh pasien dan  pukul 20:53 WIB pasien mengabarkan via chat bahwa mereka sudah berada di Puskesmas Sijuk.

Pukul 21.05 WIB,  bidan Lina tiba di puskesmas dan mendapati pasien baru saja melahirkan di ruangan bersalin, keadaan bayi menangis kuat, saya langsung memotong tali  pusat, melakukan IMD, dan mengeluarkan plasenta.

“Kondisi bayi pada saat itu tidak ada masalah,” jelas Bidan Lina

Pukul 01.00 WIB, bayi sempat menangis keras dikarenakan buang air besar dan bidan kemudian mengganti popok lalu bayi dikembalikan kepada ibunya untuk mencoba ASI didampingi oleh bidan.

Baca Juga  Hari Ini, Taman BMW Mentok Kedatangan Wisatawan Spesial

Selang beberapa jam, keluarga pasien kembali memanggil bidan karena bayi dalam kondisi lemas dan bidan langsung melakukan tindakan pemberian kehangatan dengan lampu sorot, pembersihan jalur nafas dan oksigen.

“Saya sempat menghubungi penanggung jawab mampu salin untuk rujukan lalu menelpon dokter namun bayi kemudian dinyatakan meninggal dunia pada pukul 04.31 WIB,” ungkap bidan Lina.

Terkait penyebab kematian bayi, dr. Daniel Surdjadinata, Sp. A yang turut hadir dalam rapat tersebut menduga bayi menderita penyakit jantung bawaan kritis jika dilihat dari gejala-gejala khas yang dialami bayi sebelum meninggal.

“Saya tidak bisa memastikan 100 % dari jalan cerita yang saya dapatkan, yang memungkinkan adalah penyakit jantung bawaan kritis yang disebabkan rubela, ” ungkap Dr.Daniel.

Baca Juga  Jelang Hari Jadi ke-75 Polwan, Polda Babel Gelar Bakti Kesehatan