“Masyarakat lebih sering mengkonsumsi ayam boiler ketimbang ayam kampung. Tapi karena harganya tinggi daya beli masyarakat turun drastis karena mereka hanya membeli secukupnya saja. Dalam sehari 100 kilo saja terkadang tidak habis. Jika harga normal saya bisa menjual 200 kilo per hari,” ujarnya.

Toni berharap pemerintah daerah dapat mencari penyebab dan solusi untuk menurunkan harga daging ayam ini agar daya beli masyarakat seimbang seperti sebelumnya.

“Kami harap pemda bergerak tidak hanya diam ditempat. Kasihanilah kami yang penjual dan masyarakat yang membeli,” tutupnya.*

Baca Juga  Polda Babel Terima 7 Laporan Dugaan Penyalahgunaan Lahan Perkebunan, Begini Imbauan Kapolda