Bukan di era pemerintahan saat ini saja, melainkan sudah dari masa ke masa. Ia harap Pemkab Babar dapat mencontoh provinsi dan kabupaten lain yang memberikan perhatian lebih pada para presidium pembentukan daerah.

“Karena mereka punya tonggak, bukan hanya ide, tapi kawan-kawan khususnya etnis Tionghoa banyak menghabiskan dana berkorban dalam pembentukan kabupaten ini. Jadi mereka perlu juga dilibatkan, salah satunya Kiki Pasadena, presidum kita, tidak ada saya lihat hari ini,” katanya.

Ia menyebut, presidum dan anggota pembentukan Babar mencapai 50 orang lebih, yang masih hidup sekitar 40 orang.

Akan tetapi undangan yang disampaikan panitia hanya untuk 7 orang saja.

Ini sangat ia sesali, terlebih saat membersamai pejabat daerah saat prosesi pemotongan tumpeng.

Baca Juga  23 Tahun Bangka Belitung, Ini Harapan Tokoh Presidium Mochtar Mutong

“Masih banyak yang lebih layak dari saya dipanggil ke sana, makanya saya banyak nunduk tadi. Saya hadir di sini hanya tidak mau hilang dari sejarah saja. Saya harap pemerintah ke depan lebih menghargai jasa presidum dan seluruh tokoh pembentukan kabupaten kita ini,” harapnya.