Contohnya seperti membuat laporan posisi keuangan. Dalam laporan posisi keuangan, seorang akuntan harus bisa membedakan yang mana termasuk aktiva tetap dan lancar, liabilitas, ekuitas, serta modal.

Jika laporan posisi keuangan itu tidak balance, maka dipastikan laporan posisi keuangan tersebut salah.

Karena, setiap laporan posisi keuangan tersebut harus balance. Bukan hanya itu, seorang akuntan perlu memperhatikan beberapa aspek penting dalam menganalisis transaksi, seperti standar akuntansi yang berlaku umum (PSAK), Undang-Undang Perpajakan, tugas konsultasi, dan lain-lainnya.

Keputusan seorang akuntan akan mempengaruhi pada laporan laba rugi suatu perusahaan.

Walaupun sudah banyak aplikasi maupun teknologi yang digunakan sekarang, namun belum ada teknologi canggih yang benar-benar dapat menyelesaikan pekerjaan akuntansi dengan mudah.

Baca Juga  Diskusi Mahasiswa Hukum UBB Walhi Babel: Apakah Ekosida Layak Disebut Pelanggaran HAM Berat?

Kkemampuan dalam menganalisis transaksi yang dimiliki oleh seorang akuntan tidak mudah digantikan oleh robot. Masih banyak pekerjaan lainnya yang harus dibuat akuntan yang tidak dapat digantikan oleh robot.

Tentu saja dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa sebenarnya profesi akuntansi ini tidak mudah digantikan oleh robot begitu saja.

Karena ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan akuntansi ini masih membutuhkan ketelitian dari seorang akuntan.

Meskipun masih banyak kalangan mahasiswa jurusan akuntansi yang belum lulus dan para akuntan lainnya khawatir terkait hal ini.

Secara garis besar, profesi akuntansi cukup sulit digantikan oleh robot.

Dalam hal ini, sangat penting membantu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin canggih sekarang. Manusia harus berinovasi dalam menghadapi kompetisi persaingan dunia bisinis yang semakin ketat.

Baca Juga  Mahasiswa UBB Kolaborasi Tanam 150 Batang Mangrove

Manusia jauh lebih baik dari robot, tetapi ada kemungkinan jika profesi akuntansi akan beralih ke robot.

Karena jika kita tidak mengasah kemampuan dan kreativitas, maka robot dengan mudahnya mengambil alih profesi akuntansi.

Oleh karena itu, generasi muda harus memulai dari sekarang untuk  mengasah kemampuan dan kreativitas mereka agar profesi akuntansi tidak akan digantikan oleh robot di masa depan yang akan datang.

Anniesya, Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Bangka Belitung