“Sebenarnya kalau dalam bentuk gabah kering, produksi padi ladang juga meningkat walaupun tidak signifikan. Kalau lokasi padi ladang ini tersebar di enam kecamatan, seperti Mentok, Simpangteritip, Jebus, Parittiga, Kelapa dan Tempilang,” ungkapnya.

Sementara, produksi padi sawah dalam kurun waktu dua tahun terakhir turun mengalami penurunan. Dijelaskan Ariyanto, petani padi sawah berhasil memproduksi gabah kering sebanyak 6.500,2 ton dan sudah berbentuk beras diangka 3.575,1 ton dari total luas panen sekitar 1.771,4 Ha.

“Sementara sepanjang 2022 kemarin itu petani padi sawah kita hanya menghasilkan gabah kering sebanyak 3.707,7 ton, kalau sudah dalam bentuk beras 2.039,3 ton dengan luas panen 980,8 hektare. Dan untuk lokasinya hanya tersebar di beberapa kecamatan seperti Simpangteritip, Kelapa, Jebus dan Tempilang,” ungkapnya.

Baca Juga  Putri Indonesia Babel: Siapkan Ruang Bagi Atlet Tuna Rungu Berpartisipasi di Sungailiat Triathlon 2023