Ia menyampaikan ada enam isu strategis yang digaungkan KND untuk didukung semua pihak termasuk PT Timah Tbk, yakni; penghapusan stigma, pendataan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas.

“Negara sudah hadir tapi belum sepenuhnya, tapi kami yakin kami didukung orang baik. Dari segi pendidikan baru 30 persen penyandang disabilitas yang lulusan SD, 11 persen SMP dan 14 persen SMA dan kurang 5 persen lulus perguruan tinggi. Hal inilah yang membuat penyandang disabilitas sulit untuk mendapatkan akses pekerjaan,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi PT Timah Tbk yang telah mempekerjakan para penyandang disabilitas dan memberikan kesempatan yang sama dalam jenjang karir.

“PT Timah Tbk sudah memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan kami apresiasi ini. Semoga nanti jumlahnya bertambah dan bisa mewujudkan iklim inklusif di perusahaan. Karena pekerja disabilitas juga punya hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan, memperoleh upaha yang sama dan pengembangan kesempatan jenjang karir,” ucapnya.

Baca Juga  Perumdam, BUMD hingga BPRS tak Dapat Penyertaan Modal dari Pemkab Babar, Ini Alasannya

Dirinya juga mengapresiasi komitmen PT Timah Tbk yang telah mendukung pendidikan bagi disabilitas melalui YPAC Pangkalpinang.

“Ini merupakan bagian dari praktik baik dalam mendukung upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas dan kami sangat apresiasi ini karena memberikan dukungan bagi penyandang disabilitas di bidang pendidikan,” ucapanya.