Setelah itu barulah di lakukan analisis data bagaimana penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik dan hasil analisis disosialisasikan ke lembaga-lembaga tersebut agar ada komitmen dari masing-masing lembaga untuk meningkatkan persentase dalam memperbaiki penggunaan bahasa Indonesia.

“Contoh salah satu komitmen lembaga yang menerapkan penggunaan Bahasa Indonesia yakni ada salah satu hotel yang berkomitmen memperbaiki penggunaan bahasa asing ke bahasa Indonesia seperti sebelumnya “Meeting room” menjadi “Ruang rapat”,” jelasnya.

Media sosial yang berkaitan langsung dengan masyarakat juga mendapat edukasi langsung dari Kantor Bahasa karena Kantor Bahasa punya mitra yakni Duta Bahasa untuk menyebarluaskan penggunaan bahasa Indonesia ke generasi muda yakni anak-anak sekolah.

Baca Juga  Warga Serbu Beras di Pasar Murah Pemkot Pangkalpinang

“Harapan kami kembali ke media juga yang harus menyosialisasikan ini karena media juga bertugas mendidik masyarakat untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar,” ujarnya.

Sosialisasi ini akan terus lakukan hingga 2024 mendatang dan Kantor Bahasa Babel akan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada lembaga yang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di Babel sehingga tersebarluas ke lembaga-lembaga lainnya.