Sementara itu, Bunda Baca Bangka Tengah, Eva Fidia Lestari Algafry mengakui selama ini program bunda baca berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bateng.

“Bunda baca tidak memiliki anggaran tersendiri dalam melakukan kegiatan meningkatkan minat membaca buku. Saya juga bingung penetapan tingkat membaca itu seperti apa. Apa membaca buku fisik saja karena setiap hari kita membaca wa (whatsapss, red). Membaca dalam bentuk digital,” ujarnya.

Selain itu, pojok-pojok baca di desa dan kelurahan juga  koleksi buku kurang banyak.

Namun, saat kita mendatangi posyandu anak-anak sangat antusias membaca.

“Toko-toko buku banyak yang tutup. Nanti kehadiran perpustakaan daerah baru ini semoga dapat meningkatkan membaca,” tukasnya.

Baca Juga  Di Musrenbang Tahun 2024, Riza Herdavid: Mari Perkuat Berkolaborasi Bangun Bangka Selatan