Padi-padi tidak seluruhnya dimasak. Sebagian disimpan untuk bibit yang akan ditanam dalam masa tanam periode selanjutnya dan sebagian disedekahkan kepada keluarga atau orang-orang yang benar-benar membutuhkan.

Biasanya padi-padi untuk bibit masih utuh dengan tangkai.

Kalau sudah dirontokkan (diirik menggunakan kaki), padi-padi untuk bibit direndam supaya terlihat bibit yang bagus atau bernas dan yang tidak.

Beras merah atau padi cerak siap dimasak. Setelah nasi masak, alat-alat yang terlibat dalam proses beume seperti parang, kapak dan lain sebagainya dioles dengan nasi merah.

Ini bertujuan supaya alat-alat tersebut ikut menikmati jerih payahnya.

Proses ini hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. Tidak lazim dilakukan warga.

Baca Juga  Ratusan Umat Muslim di Babel Gelar Aksi Solidaritas Bebaskan Palestina

Kegiatan selanjutnya yaitu makan bersama dengan lauk yang telah disediakan seperti lempah kuning, kulat (jamur) dan lain sebagainya.

Kegiatan murok jerami di desa Namang saat ini telah menjadi kalender wisata di Kabupaten Bangka Tengah. Dengan dibukanya areal persawahan di Desa Namang dengan menggunakan sistem yang lebih maju, tidak meninggalkan tradisi murok jerami yang telah dilakukan oleh para pendahulu waga Namang.

Kegiatan Murok Jerami telah dikemas dengan beragam atriksi budaya lainnya seperti tarian, dambus dan kegiatan-kegiatan yang menggambarkan proses ngetam padi dan lain sebagainya.

Para pengunjung datang beramai-ramai ke lapangan bola Desa Namang untuk meyaksikan kegiatan Murok Jerami dan diakhiri dengan makan bersama dengan tradisi nganggung.

Baca Juga  DPRD Babel Gelar Paripurna Usulan Peresmian Beliadi Jadi Pimpinan Dewan

Meilanto, Penulis yang tinggal di Koba, Bangka Tengah