Para pegawai juga akan diberikan pilihan terkait kesediaan atas TPP yang telah diterima dapat digunakan untuk pembelian beras dalam jumlah yang sesuai dengan nilai TPP.

“Jadi setiap bulannya kita hanya akan menyalurkan sesuai dengan jumlah kebutuhan atau permintaan pegawai. Pembayarannya nanti diakomodir dari tiap OPD,” jelas Gusdi.

Sementara itu Bupati Beltim melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Khaidir Luthfi mengatakan kerjasama ini adalah wujud nyata komitmen Pemkab Beltim dalam menghadapi isu nasional terkait kenaikan harga komoditas beras.

Beras merupakan komoditas vital yang memiliki bobot tinggi sebagai penyumbang inflasi.

“Kenaikan harga beras tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi nasional, tetapi juga berimbas pada kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Oleh karena itu, kami merasa penting untuk mengambil langkah-langkah yang berarti guna mengendalikan inflasi di daerah kita,” kata Khaidir.

Baca Juga  Disperindag Babel Bagikan Ribuan Paket Sembako Murah di Pangkalpinang

Mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Beltim itu berharap dengan adanya kerja sama ini Pemkab Beltim tidak hanya berupaya mengatasi permasalahan inflasi, tetapi juga memperkuat pemberdayaan hasil panen di petani di Kabupaten Beltim.

“Melalui program penyediaan beras ASN dan honorer ini, kita akan mendorong partisipasi aktif ASN dalam membeli beras langsung dari petani setempat. Dengan cara ini, kita tidak hanya memberikan akses pasar yang lebih luas bagi petani, tetapi juga menjamin pasokan beras yang stabil dan berkualitas untuk kebutuhan ASN dan honorer di lingkungan kita,” ujar Khaidir. (Kominfo Beltim)