Sensus Pertanian menurut dia guna mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat supaya diperoleh gambaran yang jelas tentang struktur pertanian di Indonesia. Kemudian, guna mendapatkan kerangka sampel yang dapat dijadikan landasan pengambilan sampel untuk survei-survei pertanian rutin.

“Dengan sensus pertanian tahun 2023 ini menghasilkan data pertanian yang antara lain berkaitan dengan jumlah petani di seluruh Indonesia, struktur usaha tani, jumlah petani milenial, dan kondisi urban farming,” ujarnya.

Sensus Pertanian tahun 2023 merupakan yang ke-7 dilaksanakan serentak dengan 17 negara lain. Kegiatan ini didasari dengan UU no 16 tahun 1997 tentang statistik, dan ini dilaksanakan minimal 10 tahun sekali.

Sensus ini juga memberikan gambaran komprehensif terkait kondisi pertanian Indonesia sampai wilayah terkecil dan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan strategi sektor pertanian serta menangkap isu strategis pertanian nasional.

Baca Juga  Nilai Ekspor Bangka Belitung pada Agustus Naik US$220,92 juta

Ditambahkan, Ketua Tim Kerja Statistik Produksi, Hadi Suroso dalam sensus pertanian ini akan mencakup 6 subsektor. Yakni, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan dan jasa pertanian.

“Di Bangka Belitung leading sektor perkebunan menjadi penopang sebagian masyarakat. Petugas nanti sudah bisa memfilter apakah nantinya mencakup 6 subsektor. Kita sudah membekali petugas kita,” tuturnya.