Alasannya karena area ini memiliki suhu yang paling dingin dan paling konsisten. Berbeda dengan pintu lemari kulkas yang rentan mengalami perubahan suhu karena sering dibuka dan ditutup.

5. Jangan mencuci telur

Untuk menjaga telur tetap higienis kamu mungkin akan mencuci telur satu persatu. Namun, sebenarnya cara ini tidak diperlukan. Bahkan, mencuci telur justru dapat meningkatkan risiko terkontaminasi.

Hal ini karena ketika kamu mencuci telur, air dapat tersedot ke dalam telur melalui pori-pori yang berada di sekitar cangkangnya. Selain itu, telur juga sudah memiliki lapisan pelindung alami yang bersumber dari induk ayam.

6. Letakan ujung telur di bagian bawah

Umumnya telur disimpan dengan sisi runcing menghadap ke atas, dan sisi yang lebih bulat di bagian bawah. Akan tetapi, cara menyimpan telur di kulkas seperti ini sebetulnya kurang tepat.

Baca Juga  10 Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Ibu Hamil

Seharusnya, bagian yang lebih bulat berada di atas, sedangkan sisi yang runcing berada di bagian bawah. Alasannya, karena pada setiap sisi bulat telur terdapat gelembung alami yang menjaga kuning telur tetap berada di tengah, dengan cara ini kamu juga dapat menjaga kesegaran telur dengan lebih lama.

7. Pilih telur yang berkualitas

Jika kamu sudah menerapkan cara menyimpan telur di kulkas dengan benar, dan telur masih juga cepat busuk, mungkin masalahnya justru terletak pada telur yang kamu pilih.

Menyimpan telur dengan baik dapat menjaga kualitas telur, tetapi hal ini tidak dapat memperbaiki kualitas telur yang telah rusak.

Karena itu, sebaiknya kamu selektif dalam membeli telur. Kamu harus membeli telur dalam suhu dingin, karena bakteri apa pun lebih cepat berkembang pada suhu ruangan.

Baca Juga  Stres karena Pekerjaan tapi Tak Punya Uang untuk Liburan?, Coba Olahraga Ini

Selanjutnya, pastikan cangkang telur masih bersih dan tidak pecah. Sebab, bakteri yang terbentuk pada kulit telur dapat dengan mudah mencemari telur, dan membuatnya tidak aman untuk dimakan.
(***)