76 Persen Jemaah Lansia Kloter 9 asal Babel Mengidap Penyakit Resiko Tinggi
6. Hypertensive Heart Disease = 31 kasus
7. Old Miocard Imnfark = 12 kasus
8. Gastritis = 4 kasus
9. Osteoartritis = 4 kasus
10. Asthma = 3 kasus
Gejala penyakit yang dialami para jemaah hanya batuk, pilek dan sakit kepala karena banyak jemaah yang minum obatnya tidak rutin. Penanganannya hanya dengan minum obat dan pemantauan secara terus menerus.
“Rentan usia jemaah yang terkena penyakit dengan resiko tinggi ini 60 tahun ke atas. Jemaah yang usianya dibawah itu karena memang ada penyakit bawaan. Sejak awal embarkasi mereka sudah kita periksa,” ujarnya.
Tim kesehatan yang mendampingi para jemaah tidak memaksakan para jemaah untuk menyelesaikan semua rangkaian ibadah karena kesehatan para jemaah juga penting agar mereka tetap sehat hingga pulang nanti.
“Para jemaah kita silahkan menyelesaikan semua rangkaian ibadah, namun jika tidak memungkinkan kita imbau mereka untuk istirahat di hotel saja karena kesembuhan mereka tergantung kondisi masing-masing, rutin tidaknya minum obat dan diimbangi istirahat yang cukup. Kita berharap kondisi mereka tidak terlalu mengkhawatirkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.