Sebuah penelitian terhadap 160 siswa menengah pria di Singapura menunjukkan bahwa stres tinggi tidak membuat produksi minyak wajah lebih banyak, namun dapat membuat jerawat lebih serius.

Penyebab selanjutnya bisa datang dari produksi minyak berlebihan. Kelenjar sebaceous menghasilkan sebum yang merupakan zat dengan kandungan minyak dan berfungsi melindungi serta melembapkan kulit.

Ketika produksi sebum berlebihan, akan menyebabkan jerawat. Terlalu sering menyentuh dahi sehingga menyebarkan kotoran dan minyak langsung ke pori-pori juga jadi penyebab jerawat di area T-zone. Rata-rata setiap orang menyentuh wajah mereka ratusan kali per hari.

Jerawat di Pipi

Gesekan yang terjadi pada kulit pipi sering kali menjadi penyebab muncul jerawat. Jerawat di pipi dapat terjadi sebagai akibat dari acne mechanicala yang berkembang karena gesekan di kulit.

Baca Juga  6 Tips Membuat Wajah Pria Tampak Lebih Muda, Perhatikan Nomor 2

Misalnya, gesekan antara kulit pipi dengan ponsel ketika menelepon, gesekan dengan bantal saat tidur, atau gesekan menggunakan earphone dengan kabel. Meski menyebabkan jerawat di pipi, ance mechanicala tidak hanya terbatas ada di pipi.

Jerawat di Dagu

Dari area wajah lainnya, hanya jerawat di dagu yang dapat diidentifikasi dengan akurat penyebabnya. Jerawat di area ini sering disebabkan oleh fluktuasi hormon yang mengganggu sistem endokrin. Hal ini terjadi ketika kelebihan androgen, yang merangsang kelenjar minyak dan menyumbat pori-pori secara berlebihan.

Hormon juga mengalami pelonjakan ketika masa menstruasi atau masa penggunaan obat KB. Penelitian menunjukkan 39-85 persen wanita dengan jerawat memiliki jerawat lebih buruk di hari-hari menstruasi.

Baca Juga  4 Tips Memilih Babysitter yang Tepat Untuk Buah Hati Tercinta

Penelitian juga menyebutkan, jerawat di area dagu dipengaruhi oleh kesehatan usus karena mengubah kadar hormon, terutama apabila banyak mengonsumsi karbohidrat tinggi.(***)