Keesokan harinya empat peserta di antaranya Sepvira dan Bunga serta dua peserta laki laki diminta panitia untuk melakukan medical check up kejiwaan dan gigi di RSUP Ir. Soekarno dan Rumah Sakit Jiwa Sungailiat.

“Gigi Sepvira memang ada karang. Tapi kalau dengar cerita Bunga, Gigi Bunga juga ada dua lobang. Tapi hasil medical check up tidak kami lihat. Langsung dibawa Panitia,” terang anak dari pasangan Kholia dan Indra ini.

Berdasarkan peringkat, Sepvira sudah mendapat ucapan selamat dari berbagai pihak bahwa berdasarkan peringkat dirinya dinyatakan lolos.

Namun anehnya, pada saat penetapan bukan nama Sepvira yang diutus mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menuju nasional. Melainkan nama Bunga, siswi SMA N 3 Pangkalpinang.

Baca Juga  Tumbangkan Malaysia, Pesilat asal Bangka Raih Emas di Asean University Games

“Kecewa karena sudah berharap mewakili Babel di tingkat nasional namun tiba tiba gagal,” ucapnya sambil tertunduk meneteskan butir bening di sudut matanya.

Dia berharap di detik detik terakhir masih ada kejelasan permasalahan penetapan Capaska yang akan mewakili Babel menuju nasional.

Mendapat dukungan penuh dari masyarakat di Kabupaten Bangka, Sepvira merasa haru.

Dirinya meminta maaf setelah dirinya dinyatakan gagal oleh Timsel Capaska 2023.

Namun apabila posisi sebagai pasukan pengibar bendera mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dirinya berusaha menerima dan mengikhlaskan keputusan tersebut.

“Sepvira berusaha ikhlas dan menerima keputusannya,” ujar siswi yang bercita cita jadi Polwan ini.