Melihat data tersebut, Agung menyebut bahwa secara total kebutuhan hewan kurban sapi sudah mencapai 80 persen namun kambing masih banyak mengalami kekurangan sekitar 900 ekor.

Oleh karena itu saat ini pihaknya terus memantau agar kekurangan ini dapat terpenuhi nantinya.

“Untuk hewan kurban itu, kebanyakan masih dipasok dari luar Pulau Bangka diantaranya, Lampung, Sumsel, Madura dan Nusa Tenggara Timur, lantaran dari peternak lokal hanya mampu memproduksi 3 sampai 5 persen kebutuhan masyarakat,” pungkas Agung Ari Wibowo.

Baca Juga  Warga Bangka Barat Sambut Antusias Bantuan Hewan Kurban dari PT Timah