Di kesempatan yang sama, Wapres berpesan berkenaan pilihan capres memakai bahasa Arab. Namun, pada intinya, bila berbeda pilihan capres tidak harus bertengkar.

“Saya biasa menggunakan istilah Arab. Kalau berbeda Capres, berbeda partai, kalau kita agama kan lakum dinukum waliyadin. Bagimu agamamu bagiku agamaku,” tandasnya. (**)

Baca Juga  Jika Terpilih, Bang Gidit Siap Perjuangkan Belolaut Jadi Kecamatan