BANGKA, TIMELINES.ID – Jumlah hewan ternak sapi di Kabupaten Bangka yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali bertambah. Pekan lalu Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka melaporkan sebanyak 35 ekor sapi ternak terinfeksi PMK yang sedang menjalani masa pengobatan.

Namun Selasa (13/6/2023) Dinpapertan Kabupaten kembali merilis jumlah sapi terinfeksi PMK mengalami peningkatan sampai 98 ekor. Hal ini disampaikan Kepala Dinpapertan Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah kepada timelines.id Selasa (13/6/2023) pagi.

“PMK ini cepat menyebar sehingga harus ada SOP dalam penanganannya. Sapi-sapi yang terinfeksi harus segara diisolir. Gak boleh kemana mana. Mudah mudahan gak nyebar lagi,” kata Syarli.

Meskipun demikian, menurut dia, tahun ini jumlah hewan terinfeksi PMK di Kabupaten Bangka jauh lebih menurun dari tahun 2022 kemarin.

Baca Juga  Kejari Bangka Usut Dugaan Tipikor BBM Subdisi Nelayan, Kepala DKP Diperiksa