“Kita jangan hanya diminta melakukan hilirisasi, kenapa kita tidak membuat produk yang bisa dibuat oleh rakyat kita saja. Tugas pemda jika ingin serius melakukan hilirisasi timah batangan, siapkan dulu infrastrukturnya karena listrik masih terkendala, pelabuhan juga jangan yang membawa produk-produk hasil hilirisasi seperti minyak saja masih sulit melewati jembatan buka tutup itu artinya infrastruktur kita belum siap untuk itu,” jelas Eka.

Eka berharap Pemerintah daerah dapat memaksimalkan pembangunan infrastruktur dulu agar hilirisasi produk timah batangan lebih mudah dan masyarakat daerah merasakan manfaatnya.

“Saya minta infrastukturnya dulu disiapkan baru dukungan-dukungan lain untuk hilirisasi. Kami selalu mendorong anggota-anggota kami untuk bersiap menyambut rencana hilirisasi, namun pemda juga harus siap dengan infrastruktur serta kebijakan lain yang dibutuhkan,” tutup Eka.

Baca Juga  Jokowi Targetkan November Smelter Hilirisasi Timah Rampung

Terpisah, Pj Gubernur Babel, Suganda Pandapota Pasaribu dikonfirmasi via pesan WA terkait kritikan Ketua AETI, belum memberikan jawaban meski pesan timelines.id sudah dibaca.