Kucing juga bisa muntah karena kemasukan benda asing. Selain itu, ada beberapa gangguan kesehatan pada kucing yang juga bisa menyebabkan muntah.

Lantas, kapan muntah pada kucing perlu diwaspadai dan bagaimana cara mengatasi kondisi ini? Perawatan di rumah mungkin bisa dilakukan untuk mengatasi kucing yang sering muntah.

Namun, hal ini hanya berlaku jika muntah pada kucing bersifat ringan dan tidak berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu. Kucing mungkin saja muntah akibat kemasukan benda atau makanan asing yang kemudian memicu gangguan pada pencernaan.

Saat itu terjadi, perut akan segera merespon dan mengeluarkan benda asing melalui muntahan. Setelah kucing muntah, cobalah untuk mengistirahatkan perut kucing dengan tidak memberi makan atau minum selama 12–18 jam. Sebagai gantinya, berikan kucing beberapa sendok makan air setiap 30 menit atau menjilati es batu.

Baca Juga  5 Kucing Termahal di Dunia, Ada yang Menembus Miliaran Loh

Setelah 12 jam, coba lihat apakah kucing membaik dan tidak mengalami muntah kembali. Jika kucing tidak lagi muntah, segera berikan air dan perhatikan respons kucing.

Jika tidak ada penolakan atau tanda muntah kembali, kamu bisa mencoba untuk mulai memberi makan dengan porsi kecil terlebih dahulu. Setelah membaik, mulailah memberikan makan pada kucing secara normal.

Namun, jika muntah tidak kunjung berhenti dan kucing masih belum bisa menerima makan maupun minum, sebaiknya segera bawa kucing peliharaan ke dokter hewan terdekat.

Waspadai jika muntah pada kucing disertai dengan diare yang padat. Kalau itu yang terjadi, mungkin ada faktor lain yang menyebabkan kucing sering muntah sehingga dibutuhkan perawatan ahli segera. (***)

Baca Juga  4 Manfaat Susu UHT, Bisa Cegah Keracunan