Ketua Asosiasi Industri Timah Indonesia (AITI), Ismiryadi mengatakan penambangan timah semuanya melibatkan rakyat, tapi nikel tidak pernah melibatkan rakyat. Oleh karena itu jika mau hilirisasi jangan bergeser dari Babel, namun jika bergeser, lebih baik jangan ada hilirisasi.

“Ya jika mau buat pabrik untuk hilirisasi timah batangan harus di Babel, jangan di Provinsi lain dan itu harus ada komitmen dari Pemprov Babel dengan berkoordinasi bersama 4 departemen terkait,” ujarnya.

Menurut Ismiryadi 4 departemen terkait yakni Kementrian ESDM, Departemen Industri, Kementrian Perdagangan dan Kememtrian Keuangan yang dikawal atau diawasi juga oleh 2 Kementrian Koordinator (Kemenko).

“Sebenarnya kita siap untuk hilirisasi tapi butuh waktu, seperti perizinan, infrastruktur dan pangsa pasar. Sudah ada perusahaan smelter yang mengkaji hilirisasi timah batangan ini. PT Mitra Stania Prima, mereka mengkaji dari segi bisnis dan hasil kajiannya belum diketahui,” ujarnya.

Baca Juga  Tinggalkan Rp3 Juta demi Rp30 Juta, Komedian Ini Malah Ditipu di Pangkalpinang