“Sebagai daerah kepulauan, pintu masuk narkoba ini sangat banyak. Kita ada 9 pelabuhan dan itu pelabuhan resmi belum lagi pelabuhan-pelabuhan tikus. Itu kita perketat jadi kita harus hati-hati, karena mereka masuk dengan berbagai modus,” ujarnya.

Selain itu, yang terpenting juga adalah mengedukasi dan memberikan sosialisasi kepada anak-anak generasi muda dengan bersinergi bersama pihak-pihak akademis, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi.

Penggunaan narkoba ini merusak syaraf dan jika sudah kena sampai ke syaraf, korban biasanya melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, bahkan lingkungan dan negara.

“Anak-anak yang masih kecil ini menjadi potensial pengguna karena di usia tersebut rasa ingin tahunya sangat tinggi. Inilah yang dimanfaatkan oleh pengedar,” tutup Yan Sultra.

Baca Juga  Swiss-Belhotel Pangkalpinang Hadirkan Paket Spesial Iftar “KURMA” di Swiss-Café™ Restaurant Maret 2026