Setelah pembacaan riwayat dilanjutkan dengan pembacaan doa dan diakhiri dengan makan bersama. Bagi sebagian tempat, bisa juga mengundang penceramah untuk memberikan tausiah dan siraman kalbu bagi warga di kampung.

Siang harinya warga kembali ke masjid untuk nganggung bersama untuk bertahlil, berdoa yang dihadiahkan kepada kaum muslimin yang telah meninggal dunia.

Di Kabupaten Bangka Tengah, kegiatan Maulid Nabi di selenggarakan di seluruh wilayah baik pada malam harinya ataupun pada siang hari dengan kegiatan inti pembacaan riwayat kelahiran nabi dan nganggung.

Di Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat, Bangka, bagi mereka, Maulid Nabi akan dirayakan seperti lebaran Idul Fitri.

Tradisi Maulid Nabi di Desa Kemuja sangat ramai. Perayaan ini selalu dinanti-nantikan karena pada hari itu nuansa religi sangat terasa, selain didengungkan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW dengan marhaban juga dimeriahkan pula dengan berbagai lomba kesenian Islami selama sepuluh malam berupa Rudat, Rebana dan Dambus yang merupakan agenda kegiatan tahunan berdasarkan kalender Islam khususnya di Kecamatan Mendo Barat. (Wahar, dkk. 2016)

Baca Juga  Rohis SMAN 2 Toboali Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Meilanto, Penulis yang tinggal di Namang Bangka Tengah