Gegara Nangis saat Disunat, Dokter Tega Tampar Perut Bocah hingga Berbekas
Kata SIL, usai melakukan tugasnya, dokter tersebut segera meminta maaf kepada suaminya.
“Udah jahitan kedua itu anak saya baru diam. Setelah itu dokternya minta maaf. Katanya dia refleks. Bapak mau pukul saya balik juga ga apa apa. Saya minta maaf,” terang Silpi.
Suaminya KAR, tetap tidak terima perlakuan si dokter. Apalagi sampai memukul bagian perut anaknya yang masih dalam kondisi ketakutan saat disunat.
“Bapak boleh pukul anak saya. Tapi jangan di perut Pak. Di kaki apa di paha gak apa apa. Kata orang tua saya diajarkan begitu. Mana anak saya lagi ketakutan. Kalau baru disuntik, kami bakal bawa anak kami pulang Yuk. Ini pas sudah dipotong dan lagi dijahit. Jadi kami menunggu sampai selesai,” kata SIL meniru ucapan suaminya kepada sang dokter.
Usai pulang dari kediaman dokter tersebut, SIL dan suaminya membawa anaknya ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat untuk dilakukan visum bekas tamparan dokter di bagian perut anaknya
“Kami visum luka bekas tamparannya. Sudah difoto pihak rumah sakit kami masih menunggu hasilnya,” kata SIL.
Langkah selanjutnya, SIL bersama suami belum menentukan akan melaporkan ke pihak yang berwajib atau tidak. Kata dia, keduanya masih hendak merundingkan dulu sikap oknum dokter tersebut ke pihak keluarga besar.
“Belum tau Yuk. Kami mau rembukan keluarga dulu. Mertua saya, kakeknya. Pamannya nanti kalau ada hasilnya saya kasih tau bagimana selanjutnya. Iya emang dokternya sudah meminta maaf. Tapi ini menjadi trauma untuk kami. Padahal bayar juga ga apa apa dari pada anak saya diperlakukan seperti itu,” sesalnya.
Sementara oknum dokter ZR, yang diterangkan melakukan aksi dugaan kekerasan tersebut saat dikonfirmasi timelines.id Kamis siang tadi belum memberikan jawaban terkait perbuatan yang dikeluhkan warga Kecamatan Pemali ini.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.