Kawin Massal, Tradisi Unik yang Harus Dijaga Kelestariannya
Biasaya pelaminan diletakkan di depan balai desa. Tak hanya itu, dalam acara kawin massal juga menyajikan berbagai macam kesenian seperti pencak silat, hiburan band lokal dan tarian adat melayu.
Selain menjadi perwujudan rasa syukur atas hasil panen yang telah didapatkan di setiap tahunnya, tradisi kawin massal ini juga mencerminkan persatuan dan kesatuan dalam masyarakat.
Sikap ini sesuai dengan sila ke 3 pancasila yakni Persatuan Indonesia.
Hal ini dapat dimaknai melalui sikap masyarakat dalam proses berlangsungnya acara kawin massal.
Pihak yang membantu dalam kelangsungan acara kawin massal ini tidak hanya dari pihak mempelai pengantin.
Akan tetapi semua elemen masyarakat juga ikut membantu dalam menyukseskan acara ini. Mereka saling membantu dalam hal meyumbangkan makanan saat acara ataupun gotong royong dalam persiapan acara kawin massal.
Hal ini sudah sepatutnya menjadi cerminan bagi kita untuk tetap memiliki rasa persatuan dan kesatuan yang dapat kita wujudkan dalam sikap kegotong royongan antar sesama masyarakat
Tidak semua daerah di Indonesia memiliki tradisi unik seperti kawin massal ini.
Bahkan di Bangka Belitung sendiri hanya Kabupaten Bangka Selatan yang memiliki tradisi kawin massal. Sehingga, sudah sepatutnya sebagai generasi muda harus mengetahui adat, tradisi, dan budaya yang ada di negeri kita.
Dan perlu diketahui juga bahwa tradisi kawin massal ini atau kawin heredek sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada tahun 2021.
Warisan budaya tak benda adalah berbagai praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, dan keterampilan pada peorangan atau sekelompok masyarakat yang diwarisi secara turun temurun.
Tradisi unik kawin massal atau kawin herdek ini sudah ditetapkan Pemerintah kabupaten Bangka Selatan sebagai agenda tahunan yang dikelola langsung oleh Dinas Olahraga dan pariwisata (Dispora).
Ditetapkannya sebagai agenda tahunan oleh pemerintah merupakan suatu perwujudan dan dukungan dari pemerintah bagi masyarakat untuk tetap melestarikan budaya lokal yang ada.
Dengan adanya dukungan oleh pemerintah, sudah menjadi PR bagi kita untuk ikut melestarikan budaya dan tradisi yang kita punya.
Di era moderenisasi seperti saat ini, jangan sampai membuat kita lalai sehingga kita tidak peduli dan acuh terhadap budaya yang kita miliki.
Dengan budaya dan tradisi seperti ini, negeri kita akan terus dikenal luas oleh banyak orang.
Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk melestarikan tradisi dan budaya yang kita miliki.
Terlebih saat ini kita hidup di zaman yang sudah serba canggih. Segala sesuatu akan mudah diakses jika disebarluaskan melalui media seperti internet.
Saat perayaan kawin massal, kita dapat membuat kompilasi video saat prosesi ritual adat kawin massal hingga prosesi akhirnya berlangsung.
Video tersebut dapat kita unggah ke internet yang kemudian dapat diakses oleh banyak orang dan dapat menjangkau tidak hanya masyarakat Bangka Selatan, tetapi seluruh masyarakat Indonesia bahkan warga negara asing dapat mengakses dan melihat keunikan dari tradisi yang kita punya.
Selain itu, diharapkan mampu memunculkan rasa penasaran dan daya tarik bagi wisatawan luar untuk berkunjung ke Bangka Selatan, tepatnya di Desa Serdang untuk menyaksikan secara langsung prosesi dari kawin massal atau kawin herdek ini.
Selain cara di atas, generasi muda juga dapat mendukung pelestarian tradisi kawin massal ini dengan menyampaikan secara mulut ke mulut antar teman sebaya, mempromosikan sejarah kawin massal saat ada acara-acara besar, ikut berpartisipasi menyaksikan prosesi kawin massal secara langsung dan juga ikut melestarikan dengan mengajak masyarakat setempat untuk melangsungkan acara pernikahan dalam acara kawin massal ini.
Besar harapan di masa depan agar tradisi kawin massal ini tidak hanya dilestarikan oleh Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan saja.
Tetapi sangat diharapkan agar dapat dilestarikan oleh desa-desa lain di Kabupaten Bangka Selatan. Mengingat di kabupaten Bangka Selatan ini sebagian besar masyarakatnya bertani lada, sehingga masih sangat dan harus kita ikut lestarikan tradisi dan budaya kawin massal ini sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen melimpah yang kita peroleh.
Selain itu, kawin massal ini juga memiliki banyak nilai sosial yang dapat kita ambil.
Jadi, jika kawin massal ini terus dilestarikan, maka akan sangat membantu bagi pasangan-pasangan pengantin yang ingin menikah tapi terkendala masalah ekonomi agar tetap dapat melangsungkan pesta pernikahan pada acara kawin massal.
Perlu diketahui juga bahwa pelaksanaan kawin massal ini adalah bentuk perayaan pesta pernikahannya saja, untuk akad nikah biasanya sudah dilangsungkan sebelum acara kawin massal.
Selain daripada itu, nilai gotong royong yang tersirat dalam tradisi kawin massal ini patut sekali untuk diapresiasi dan direduplikasi oleh masyarakat yang lainnya.
Melihat keadaan disekitar kita bahwa sikap gotong royong yang mulai tergerus oleh moderenisasi sehingga kita sering sekali acuh terhadap orang disekitar kita.
Di atas sudah penulis paparkan beberapa nilai yang dapat kita petik dari tradisi kawin massal ini.
Kawin massal atau kawin herdek sebagai tradisi unik ini yang sudah sepatutnya mesti kita dilestarikan agar anak cucu kita nanti akan tetap mengetahui dan dapat melihat langsung bagaimana prosesi dan acara dari kawin massal ini berlangsung.
Tak hanya tradisi kawin massal, masih banyak kekayaan tradisi dan budaya yang kita miliki dan harus turut serta kita lestarikan.
Tugas melestarikan tradisi dan budaya yang kita miliki saat ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah.
Akan tetapi, melestarikan tradisi dan budaya ini adalah tanggung jawab bersama.
Ayo, lestarikan budaya daerah!
Selvia Heryati, Guru Tidak Tetap tingkat SMP di Toboali, Bangka Selatan

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.