RELIGI,TIMELINES.ID- Berpuasa Ramadhan adalah kewajiban bagi umat Islam, akan tetapi ada puasa yang hukumnya sunnah salah satunya adalah puasa Arafah.

Banyak umat Islam yang ingin melaksanakan puasa Arafah karena memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah Allah akan menghapus dosa-dosa selama dua tahun bagi orang yang mengerjakannya.

Berikut hukum, niat puasa dan keutamaan Puasa Arafah.

Hukum Puasa Arafah
Puasa Arafah hukumnya sunnah bagi orang yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Akan tetapi, bagi orang-orang yang sedang mengerjakan ibadah haji, puasa Arafah hukumnya menjadi makruh.

Melansir dari buku Panduan Muslim Sehari-hari, karya KH. M. Hamdan Rasyid & Saiful Hadi El-Sutha, jemaah haji justru dimakruhkan melaksanakan puasa Arafah sebab pada tanggal 9 Dzulhijjah mereka melakukan wukuf yang menjadi puncak ibadah haji.

Baca Juga  Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2023, Kemenhub Siapkan Strategi Rekayasa Lalu Lintas

Pelaksanaan rangkaian wukuf di Arafah memerlukan stamina yang prima sehingga berpuasa pada hari Arafah bagi orang yang sedang berwukuf hukumnya menjadi makruh. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi dan kesempurnaan ibadah wukuf yang dikerjakannya.

Tidak dianjurkannya puasa Arafah bagi jemaah haji juga bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, beliau berkata, “Rasulullah SAW melarang puasa Arafah ketika seseorang berada di Arafah.” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i).

Dengan demikian, puasa Arafah hukumnya disunnahkan bagi umat muslim yang tidak menunaikan ibadah haji. Tata cara pelaksanaan puasa sunah ini pada dasarnya sama dengan pelaksanaan puasa wajib, hanya saja berbeda niatnya.

Niat Puasa Arafah
Adapun bacaan niat puasa Arafah, yaitu sebagai berikut:

Baca Juga  Panglima TNI Ungkap Kesulitan Proses Evakuasi WNI Dari Konflik Sudan