Mengenal Sumber Makanan dan Perbedaan Lemak Jenuh Dengan Lemak Trans
Maka dari itu, lemak trans menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke, yang lebih tinggi dibandingkan lemak jenuh.
Kebanyakan lemak trans dalam tubuh juga meningkatkan risiko Anda terhadap diabetes tipe 2 dan peradangan.
Di sisi lain, beberapa penelitian menunjukkan tingginya lemak jenuh berdampak buruk pada penurunan nafsu makan, kondisi mental, dan metabolisme.
3. Manfaat lemak jenuh dan lemak trans
Perlu diketahui tidak semua LDL akan menimbulkan efek buruk. LDL padat berukuran kecil bisa menembus pembuluh darah dan cepat membentuk plak kolesterol.
Ada juga LDL berukuran besar yang tidak dapat menembus pembuluh darah. Lemak jenuh memang dapat meningkatkan jumlah kolesterol jahat (LDL). Namun, lemak jenuh memiliki manfaat yang tak banyak diketahui.
Salah satu manfaat lemak jenuh adalah mengubah LDL padat berukuran kecil menjadi LDL dengan ukuran yang lebih besar. Akibatnya, LDL tidak dapat menembus pembuluh darah secara mudah. Plak kolesterol pun menjadi sulit terbentuk di pembuluh darah.
Kegunaan lemak trans sendiri lebih berkaitan dengan proses pembuatan makanan.
Dalam proses pembuatan makanan, kandungan lemak tak jenuh biasa diubah menjadi lemak trans melalui penambahan hidrogen (hidrogenasi).
Hal ini bertujuan untuk memadatkan struktur kimia penyusun makanan sehingga menghasilkan tekstur dan rasa yang lebih baik.
Lebih sehat lemak trans dan lemak jenuh?
Satu hal yang membuat lemak trans dan lemak jenuh sedikit berbeda adalah pengaruhnya terhadap kolesterol baik HDL. Lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah.
Sementara itu, menurut American Heart Association, lemak trans meningkatkan kadar kolestrol jahat dan juga menurunkan kadar kolestrol baik.
Efek penurunan kadar kolesterol baik inilah yang menjadikan lemak trans dua kali lipat lebih berbahaya dari lemak jenuh. Di dalam tubuh, kolesterol HDL bertugas mengangkut kolesterol berlebih kembali ke dalam hati.
Di dalam hati, kolesterol ini akan digunakan kembali untuk membuat cairan emepedu untuk mencerna lemak dalam makanan. Hal ini tentunya mencegah terbentuknya plak kolesterol di pembuluh darah. Jadi, HDL berperan penting dalam mencegah penyakit jantung.
Maka dari itu, lemak trans lebih berbahaya daripada lemak jenuh. Meskipun begitu, bukan berarti Anda mengganti asupan lemak trans dengan lemak jenuh atau menambah asupan lemak jenuh.
Kedua lemak ini sama-sama berbahaya bagi tubuh jika jumlahnya terlalu banyak. Maka dari itu, penting untuk mengonsumsi makanan dengan lemak jenuh secukupnya dan membatasi asupan lemak trans. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa sepenuhnya menghindari makanan yang mengandung lemak trans. (***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.