Tidak hanya itu, sekolah yang memiliki motto Berhias (Bersih, Hijau, Asri dan Sehat) juga aktif menggelar kunjungan ke perpustakaan kepada para peserta didiknya. Untuk kunjungan kelas ke perpustakaan satu kali dalam sepekan sesuai jadwal pada masing-masing kelas.

“Untuk kunjungan yang satu kelas jadi kita gelar pembelajaran di perpustakaan agar anak-anak kita lebih aktif membaca. Tapi kalau kunjungan pribadi ada juga dilakukan anak-anak setiap jam istirahat,” ungkapnya seraya menyebut kalau perpustakaan SD Tunas Harapan sudah terakreditasi A.

Masing-masing kelas, tambah Sri juga punya pojok baca sendiri. Program lain yang turut diterapkan pihak sekolah ialah peserta didik juga dilatih untuk berani tampil di muka umum dengan menerapkan metode membaca di depan teman-temannya sesuai tema bacaan yang disukai.

Baca Juga  Sempat Dikabarkan Hilang, Kakek Kong Jin Akhirnya Ditemukan, Kondisinya Memrihatinkan

“Kita juga aktif melaksanakan lomba untuk meningkatkan kemampuan anak hasil dari pembelajaran teori yang telah dipelajari. Misalnya lomba buat poster, baca puisi, menulis cerpen, pentas seni yang biasanya kita gelar dalam momen hari-hari besar seperti hari bulan bahasa dan lainnya,” katanya.

“Kita juga rutin mengundang orang yang berkompeten di bidang literasi misalnya pendongeng. Nah itu satu bulan sekali kita undang. Program dan kegiatan seperti ini sudah lama kita terapkan dan laksanakan di sekolah untuk meningkatkan literasi anak-anak sejak dini,” pungkasnya.