Khatam Alquran (Betamat)
Anak yang mengikuti khatam akan membawa telur lengkap dengan kembang serojanya.
Lidi-lidi yang dibagian ujung diletakkan telur dengan rumbai-rumbai sehingga semakin menarik dan bagian pangkal ditancapkan dengan batang pisang. Bagi sebagian orang tua, lidi-lidi bekas orang yang telah khatam, tidak langsung dibuang tetapi dijadikan bahan menunjuk ayat-ayat yang dibacakan.
Mereka beranggapan dengan menggunakan lidi orang yang telah khatam makam si anak akan cepat khatam Alquran juga.
Kini dengan sudah berdirinya TK/TPA, anak-anak mengaji di tempat tersebut. Bahkan ada juga yang mengaji di TK/TPA sore hari dan malam harinya mengaji lagi di guru-guru ngaji. Tadisi betamat atau khatam tetap bertahan.
Bagi orang tua, ada kebanggaan tersendiri saat anaknya telah mengkhatamkan Alquran. Bagi yang belum khatam, selalu diberi motivasi untuk cepat mengkhatamkan Alquran.
Orang-orang tua berujar, “Nak, ngaji lah, kelak kalau hari sudah kiamat, banjir besar akan menutupi bumi. Rihal (tempat meletakkan Alquran saat ngaji) akan jadi perahu, lembaran-lembaran Alquran akan menjadi layarnya dan penunjuk ngaji akan jadi dayungnya, Maka kamu akan selamat sampai tujuan”.
Petuah ini menjadi kalimat yang bermakna luar biasa bagi si anak.
Penulis tinggal di Bangka Tengah

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.