Mensos Risma Ajak Istri Nelayan Kelola Ikan Hasil Tangkapan
“Melalui koperasi harga bisa dikontrol mereka lebih panjang hidupnya. Dengan hasil tangkap ini ada kelebihan produksi Karena itu kemudian kalau dijual harganya akan jatuh. Suplay dan demand-nya tidak imbang. Maka sisa diolah dan koparsi bisa jual hasil olahan ikan. Dan lebih panjang karena kalau ikan paling disimpan es, hanya tahan beberapa hari. Tapi kalau dikelola maka hasil olahan ikan bisa tahan 2-3 bulan dan dijual dengan teknik marketingnya,” katanya.
Dengan konsep yang lama yang dikelola oleh nelayan untuk bertahan hidup, Risma mengatakan sebagai penyebab sebuah daerah tidak dapat berkembang.
“Hilirnya kalau tangkapan besar ada seseorang yang ambil. Maka yang didapat daerah ini hanya nelayan saja. Karena pemasarannya ke tempat lain. Artinya daerah itu begitu terus. Nah kenapa Karena dia hanya nangkap saja. Tapi kalau ada proses produksi diolah, maka rantai dari pengangguran ini bisa lebih panjang disamping produknya bisa dilihat. Dijual ikan berapa kalau dijadikan makanan olahan dijual berapa”, terahgnya.
Menurutnya disini peran paling besar dapat dilakukan para istri nelayan sehingga hasil kelola makanan berbahan ikan dapat dijual dengan harga lebih tinggi dan dapat menopang ekonomi keluarga secara maksimal.
“Kita sudah lakukan di beberapa tempat di cilincing Sibatik. kita sudah latih istri – istri nelayan. Kita training kita ajarkan packaging dan brandingnya, kebutuhan alat vakum sehingga bisa dijual agak panjang. Kita bantu teknologinya. Di program pena ini ada kelompok dan ada perorangan”, jelas Risma. (East)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.