“Pada kegiatan pertama itu kita gelar pelatihan pengelolaan desa wisata, yang kedua pada tanggal 20 Juni 2023 tentang tata kelola, bisnis dan pemasaran sedangkan untuk hari ini kita buka pelatihan tentang ilmu pemasaran digital wisata,” katanya.

Khusus untuk kegiatan pelatihan pada hari ini, menurut Muhammad Ali pihaknya menghadirkan dua orang narasumber untuk memberikan materi pemasaran digital kepada para peserta. Yaitu Silo berkaitan pengambilan foto dan video dan Ansori dengan materi digitalisasi pemasaran.

Ia harap, perwakilan masing-masing 6 kecamatan ini dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari narasumber. Kemudian menggali potensi destinasi wisata daerahnya untuk dipasarkan secara digital melalui media Instagram, Facebook, Youtube dan lainnya.

Baca Juga  Bunda PAUD Kecamatan Parittiga dan Jebus Resmi Dikukuhkan, Ini Atensi Rosmala Sukirman

“Karena melalui digital ini pemasaran produk wisata lebih efisien, apalagi 40 peserta ini sudah kita bekali ilmu bagaimana mengemas produk digital wisata berbentuk foto dan video. Terus bagaimana kolaborasi dengan pemerintah dan kebijakannya,” jelasnya. (Dev)