KESEHATAN,TIMELINES.ID- Melansir dari Parents, sayatan bedah dan infeksi rahim relatif umum terjadi setelah operasi caesar (C-section), menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sebanyak 31,8 persen bayi di Amerika, lahir dengan proses ini setiap tahunnya.

Berikut ini adalah beberapa ciri infeksi luka caesar bagian dalam yang penting diketahui:

1. Demam

Ciri infeksi luka caesar bagian dalam dapat diawali dengan demam. Ini merupakan respons alami tubuh ketika mengalami infeksi. Untuk mengukur suhu tubuh, sebaiknya gunakan termometer, bukan dengan telapak tangan yang diarahkan ke kening.

Bila suhu menunjukkan 38ºC atau lebih tinggi setelah melakukan operasi caesar, ini bisa menjadi tanda adanya infeksi pada luka caesar bagian dalam.

Baca Juga  Bolehkah Berhubungan Saat Hamil Muda?, Ini Jawabannya

2. Badan menggigil

Selain demam, ibu yang mengalami infeksi di jahitan caesar bagian dalam juga bisa menggigil. Keluhan ini muncul sebagai mekanisme alami tubuh saat mengalami demam tinggi agar suhu tubuh kembali normal.

3. Perut terasa nyeri

Setelah operasi caesar, perut bagian bawah terasa nyeri adalah keluhan yang wajar. Namun, rasa nyeri ini bisa makin memburuk bila luka jahitan caesar terinfeksi oleh kuman.

4. Kelelahan dan nyeri

Selain semua keluhan di atas, ibu yang mengalami infeksi pada luka caesar bagian dalam juga merasakan nyeri di tulang dan otot serta mudah lelah. Semua keluhan ini membuat tubuh terasa tidak nyaman untuk beraktivitas.

5. Keputihan berbau busuk

Baca Juga  Jenis Gerakan Senam Untuk Ibu Hamil, Gampang dan Aman

Pada operasi caesar, kemungkinan terjadinya infeksi pada rahim umumnya lebih tinggi dibandingkan persalinan melalui vagina.