Fajri menjelaskan, pasar murah ini menggunakan Dana Insentif Daerah (DID) karena tahun 2020 lalu Babel mendapat apresiasi untuk penanganan inflasi terbaik.

Sisa dana DID di 2022 lalu mendapat izin dari Kemenkeu untuk dilanjutkan di 2023 dan anggaran baru dibulan Juni kemarin dikucurkan sehingga kegiatan baru mulai berjalan dibulan juni.

“Kami mulai menjalankan kegiatan ini dibulan juni kemarin, dimulai dari kota pangkalpinang dengan 3 lokasi. Untuk kabupaten akan kita lakukan 2 tahap, dimulai dengan Kabupaten Bangka, tahap pertama besok di 2 lokasi agar tidak terjadi kerumunan dan antrean yang panjang,” ujarnya.

Fajri menekankan paket sembako murah ini bukan untuk masyarakat miskin namun untuk masyarakat terdampak inflasi dan semua masyarakat bisa membeli kupon.

Baca Juga  Disperindag Babel dan Tim Satgas Pangan Pasang Spanduk Pemberitahuan Harga Beras

Kupon dibagikan oleh Disperindag Kabupaten Bangka langsung ke kelurahan yang dituju.

“Kita harap pihak kabupaten atau kelurahan membagikan kupon secara adil dan bijak. Mereka yang nanti tidak kebagian kupon masih ada tahap kedua dan yang kebagian semoga paket sembako murah ini membantu mereka memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tutupnya.