Panduan Memberikan Yoghurt Pada Bayi, Awas Jangan Ceroboh
Yoghurt memang bisa jadi camilan sehat untuk sang buah hati. Akan tetapi, yoghurt juga bisa jadi junk food untuk anak.
Sebab, beberapa merek yoghurt mengandung pemanis buatan sebagai tambahan, pewarna buatan, tinggi sirup jagung fruktosa, dan bahan pengental.
Yoghurt seperti ini sebaiknya dihindari dan tidak diberikan pada si kecil. Selain itu, pilih yoghurt asli yang memang mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang bisa melancarkan pencernaan.
Sebaiknya, baca label makanan dulu sebelum membelinya utuk tahu apakah produk itu mengandung probiotik.
Jika terdapat label produk mengandung bakteri aktif, artinya bakteri baik di dalam yoghurt masih hidup dan belum hancur akibat proses pembuatan yoghurt.
Selain itu, pilihlah yoghurt plain untuk mengurangi kemungkinannya ada pemanis dan pewarna tambahan yang tidak perlu bagi anak.
Baca juga informasi nilai gizi yang tertera pada yoghurt kemasan apakah ada gula tambahannya. Biasanya kandungan gula laktosa cukup aman untuk si kecil karena alami dari yoghurt, bukan pemanis tambahan.
Jika ada kata gula atau sebutan kristal tebu, pemanis gaung, sirup jagung, fruktosa, dekstrosa, maltosa, sirup malt, sukrosa, perhatikan seberapa banyak kandungannya.
Sebaiknya pilihlah yang tidak mengandung gula tambahan atau yang kandungan gula tambahannya paling sedikit. Jika anak Anda masih di bawah 24 bulan, tidak dianjurkan untuk memberikan yoghurt dengan label rendah lemak
Bolehkah memberikan yoghurt bila bayi alergi susu sapi?
Jika si kecil memiliki alergi terhadap protein susu, sebaiknya hindari dahulu memberikan yoghurt untuk anak. Seperti yang sudah disinggung di awal, bayi yang alergi susu sapi berisiko untuk mengalami alergi yoghurt.
Diskusikan dulu pada dokter apakah memungkinkan bila Anda memberikan yoghurt untuk bayi sebagai campuran makanan bayi maupun cemilan bayi sesuai jadwal MPASI.
Sebab, yoghurt juga mengandung laktosa seperti susu meskipun kandungan laktosa nya sedikit berbeda. Bila Anda belum mengetahui kondisinya dengan pasti, coba berikan dan lihat efeknya.
Mengutip dari laman Sleep Baby, setelah Anda coba memberikan yoghurt untuk bayi, tunggulah setidaknya 3 hari ke depan dan lihat apakah ada reaksi alergi.
Selama 3 hari ke depan ini jangan berikan makanan baru lainnya agar bisa melihat efek sebab dan akibat dari yoghurt ke tubuh bayi. Intoleransi laktosa sebenarnya jarang terjadi pada bayi, tetapi bukan berarti tidak mungkin.
Kadang, bayi yang punya intoleransi laktosa masih aman untuk diberikan yoghurt. Berbeda dengan produk susu lainnya, yoghurt biasanya lebih mudah ditoleransi oleh perut bayi.
Akan tetapi, agar lebih yakin, usahakan untuk segera memeriksakan kondisi si kecil ke dokter anak saat diketahui memiliki intoleransi laktosa terlebih mengalami gejala alergi susu sapi.
Gejala umum reaksi alergi seperti, bintik-bintik merah, gatal, bengkak di sekitar bibir atau mata, muntah dalam waktu dua jam setelah makan makanan baru. Jika gejala ini terjadi, kemungkinan buah hati Anda mengalami alergi.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.