Melalui pelatihan ini, Dinas KUKM mendorong agar para pelaku UMKM ini memiliki pengetahuan, keterampilan dan wawasan yang mendalam dalam memproduksi minyak atsiri sapu-sapu dan produk turunannya.

Dengan kemampuannya nanti, Pelaku UMKM diharapkan mampu menghasilkan minyak atsiri berkualitas tinggi dan mampu mengembangkan produk-produk turunan bernilai dari baeckea frutescens.

“Kami ingin pelaku UMKM memiliki skill yang mumpuni sehingga mampu menghasilkan minyak atsiri sapu-sapu yang berkualitas dan mengembangkannya menjadi produk-produk lain yang bernilai,” ujarnya.

Yulizar juga berharap adanya pelatihan ini mampu mendorong pertumbuhan industri minyak atsiri sapu-sapu yang berkelanjutan di Babel, karena diyakini potensi besar SDA seperti minyak atsiri ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga  Kasus Penggelapan Uang Mantan Admin Angel Wings Berakhir dengan Restorative Justice

“Kami juga berharap agar pemanfaatan minyak atsiri sapu-sapu ini bisa memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian daerah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Elza)