Melalui pelatihan ini, Dinas KUKM mendorong agar para pelaku UMKM ini memiliki pengetahuan, keterampilan dan wawasan yang mendalam dalam memproduksi minyak atsiri sapu-sapu dan produk turunannya.

Dengan kemampuannya nanti, Pelaku UMKM diharapkan mampu menghasilkan minyak atsiri berkualitas tinggi dan mampu mengembangkan produk-produk turunan bernilai dari baeckea frutescens.

“Kami ingin pelaku UMKM memiliki skill yang mumpuni sehingga mampu menghasilkan minyak atsiri sapu-sapu yang berkualitas dan mengembangkannya menjadi produk-produk lain yang bernilai,” ujarnya.

Yulizar juga berharap adanya pelatihan ini mampu mendorong pertumbuhan industri minyak atsiri sapu-sapu yang berkelanjutan di Babel, karena diyakini potensi besar SDA seperti minyak atsiri ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga  4 Ribuan Paspor Diterbitkan Kemenkum HAM Babel Pada Triwulan 1 Tahun 2023

“Kami juga berharap agar pemanfaatan minyak atsiri sapu-sapu ini bisa memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian daerah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Elza)