Meski begitu, menurut Zainal pada tahun 2025 anggaran untuk mendukung kegiatan Bazar Durian Air Mesu bisa dialokasikan.

“Mudah-mudahan nanti bisa anggarkan, karena legalitasnya dana disalurkan ke Pokdarwisnya. Untuk tahun 2024, Pemkab Bateng tidak bisa lagi menganggarkan, kemungkinan baru bisa di tahun 2025 mendatang,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Bateng, Mehoa mengaku kecewa soal tidak adanya dukungan anggaran dari Pemda Bateng terhadap Bazar Durian Air Mesu. Dia berpikir kegiatan tersebut dianggarkan pada tahun ini saat pembahasan anggaran antara pemda dengan DPRD .

“Kami kan tidak selalu bisa memantau terus dan memplototi satu per satu anggaran kegiatan di dinas. Makanya kami pikir tahun ini itu ada dianggarkan. Memang benar jika kadang saat dianggarkan, buah durian yang ada justru sedikit dan ada yang tidak panen. Akan tetapi, minimal walaupun enggak Rp100 juta atau Rp150 juta, Rp50 juta juga enggak papa. Ini kan cara mengemas di dinas masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga  DPRD Bateng Dorong PT Kobatin Laksanakan Kewajiban Pasca Tambang Senilai 8 Juta Dollar

Kendati demikian, dirinya mengapresasi bahwa dinas terkait turut memberi support dengan membantu menyediakan tenda, sound system, tari sambut dan lain sebagainya.

“Makanya kami sebagai wakil rakyat harus bersuara kencang mengenai agenda-agenda ini dan mohon untuk disikapi secara positif. Ini kan bukan kegiatan baru, jadi nanti di badan anggaran akan kami bahas dan kami minta untuk dianggarkan,” ujar politisi PDI Perjuangan ini. (**)