“Kemudian diikuti suara siulan yang cukup kendang, tiba-tiba atap rumah langsung terangkat. Dalam rumah langsung porak-poranda seperti alat berat excavator sedang merubuhkan pohon. Sempat berhenti dan langsung senyap,” katanya kepada awak media.

Ia sempat mengira bahwa insiden itu telah berakhir, ternyata tidak. Beberapa saat berselang dari arah belakang rumah angin puting beliung kembali menerjang sehingga dia langsung mengarahkan anggota keluarganya untuk bergegas ke luar rumah.

“Pada saat kita ke luar langsung semua bangunan diterjang angin lagi, rumah adik ipar saya di sebelah juga sudah berantakan pada saat saya lihat. Habis semua alat pecah belah di dalam rumah, semuanya panik dan anak-anak nangis. Sekitar 10 menit kejadiannya seingat saya,” katanya.

Baca Juga  Pembaruan RIPPM Berlanjut, PT Timah Serap Aspirasi Masyarakat Bangka Barat

Meski tak ada korban jiwa, akan tetapi akibat kejadian tersebut kerugian yang diderita Fehrizal Fitri dan Agustiar ditaksir mencapai Rp40 juta lebih. Saat ini awak media sedang berupaya menghubungi pihak berwenang terkait insiden angin puting beliung tersebut.