Manfaat dan Dampak Garam Bagi Kesehatan Bisa Tingkatkan Risiko Osteoporosis
3.Mengatasi gejala cystic fibrosis
Pengidap cystic fibrosis akan kehilangan lebih banyak garam yang keluar melalui keringat daripada orang yang sehat. Hal ini membuat pengidap cystic fibrosis berisiko mengalami dehidrasi.
4.Mencegah kerusakan gigi
Selain dapat menambahkannya pada masakan, kamu juga bisa membuat air garam untuk berkumur. Melakukan kumur dengan air garam juga bisa menurunkan risiko kerusakan gigi, seperti gigi berlubang.
Melansir dari Journal of Indian Society of Pedodontics and Preventive Dentistry, terdapat sebuah penelitian pada anak-anak yang rutin berkumur.
Anak-anak tersebut terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu berkumur dengan air garam dan air tawas. Hasilnya, anak-anak yang berkumur dengan air garam memiliki risiko gigi berlubang lebih rendah, daripada yang berkumur dengan air tawas.
5.Mengatasi sakit tenggorokan
Berkumur dengan air garam juga bisa meringankan sakit tenggorokan. Caranya larutan setengah sendok teh garam dengan satu cangkir air hangat.
Setelah larut, kumur dengan air garam. Lakukan secara rutin agar sakit tenggorokan membaik.
Apa Dampak Negatif dari Garam?
Pastikan untuk tidak mengonsumsi garam berlebihan. Idealnya, orang dewasa mengonsumsi garam kurang dari 2.300 miligram atau setara dengan satu sendok teh garam dalam satu hari.
Berlebihan mengonsumsi atau menggunakan garam juga dapat menyebabkan dampak yang buruk pada kesehatan. Berikut dampak negatif yang berisiko terjadi ketika mengonsumsi garam berlebihan:
1.Memicu gangguan jantung
Kelebihan garam dapat menyebabkan hipertensi. Penyakit ini menjadi salah satu pemicu yang dapat meningkatkan risiko gagal jantung.
Garam juga dapat memengaruhi tekanan darah yang dapat mengganggu sistem hormon, peradangan tubuh, kekebalan, hingga pencernaan tubuh.
2.Meningkatkan risiko kanker perut
Mengonsumsi garam dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker perut. Penelitian ini terdapat dalam Journal of Epidemiology yang berjudul Salty Food Preference and Intake and Risk of Gastric Cancer: The JACC Study.
Penelitian ini meliputi 40.729 orang dewasa sehat. Hasilnya, sebanyak 30 persen orang yang menyukai makanan asin lebih berisiko mengalami kanker perut daripada orang yang tidak suka asin.
3.Meningkatkan rasa haus
Makanan yang tinggi garam dapat menyebabkan kamu merasa kehausan terus menerus. Hal ini karena tubuh ingin memperbaiki keseimbangan antara air dan natrium dalam tubuh.
4.Peningkatan retensi air
Berlebihan mengonsumsi garam, membuat ginjal tidak mampu menyaring kelebihan natrium dalam aliran darah. Hasilnya, natrium akan menumpuk dan tubuh menahan air ekstra untuk mengencerkan natrium.
Hal ini membuat kamu akan mengalami peningkatan retensi air. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat mempertahankan jumlah cairan yang sesuai untuk tubuh.
Kondisi ini bisa memicu kamu mengalami kembung atau pembengkakan tubuh.
5.Meningkatkan risiko osteoporosis
Semakin banyak mengonsumsi garam, maka akan semakin banyak kalsium yang terbuang melalui urine. Jika kamu tidak mendapatkan jumlah kalsium yang cukup dari makanan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Kondisi ini bisa menyebabkan peningkatan risiko osteoporosis.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.