“Pertama kita harus memberikan keyakinan bahwa data mengenai biometric itu aman. Tidak ada yang bocor. Artinya masyarakat tidak perlu khawatir. Biometric tidak ada bocor,” terang Silmy seperti dikutip dari PMJNews, Selasa (11/7/2023).

Di samping itu, Silmy memaparkan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan ISO 27001-2022 atau setara dengan Standar Internasional yang telah dikeluarkan oleh Internasional Organization for Standardization (ISO) terkait Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dalam menjaga data agar tetap bersifat rahasia dan aman.

“Saya melihat laporan tim, itu bukan berarti bocor ke hacker, belum tentu. Yang penting bukan data biometrik, data text dasar yang saya dapat dari penyelidikan,” tandasnya. (**)

Baca Juga  Keberadaan 20 WNI Korban TPPO di Myanmar Masuk Kawasan Konflik