BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Produktivitas durian Namlung Petaling 06 atau dikenal dengan nama lain durian tahi babi asal Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Bangka Belitung (Babel) terus mengalami penurunan dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Hal ini disampaikan langsung Nurhulis, salah seorang petani durian yang memiliki kebun di kawasan Desa Airbelo, Kecamatan Mentok, Selasa (11/7/2023). Ia mengatakan, produktivitas durian tahi babi yang kian menurun ini disebabkan karena faktor cuaca yang tidak menentu.

“Durian harus 18 hari kemarau tanpa hujan baru dia keluar bunga sedangkan sekarang 7 hari kadang sudah hujan. Makanya sekarang yang keluar bunga tidak begitu banyak, sedikit sekali. Terakhir produksi paling banyak itu tahun 2019, tembus 2 ton,” ujarnya.

Baca Juga  Beltim Pertama Kalinya Raih Peningkatan Indeks MCP Terbaik se-Babel dari KPK RI
Durian Namlung Petaling 06 atau dikenal dengan nama lain durian tahi babi. (Foto: Devi Dwi Putra)