BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Kapal Layar Motor (KLM) Berkah Pandawa Setia asal Kepulauan Riau mengalami kebocoran dan tenggelam di perairan laut Maspari Sumatera Selatan, Selasa (18/7/2023).

Kapal tersebut membawa sagu 400 ton itu berangkat dari Selat Panjang, Kabupaten Meranti,  Provinsi Riau menuju Pelabuhan Sunda Kelapa, Tj. Priok Jakarta Utara.

Beruntung, Kapten Kapal dan seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan oleh nelayan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali bernama Bondan (33) yang pada saat itu melintas di lokasi tenggelamnya KLM Berkah  Pandawa Setia.

kapten bersama ABK sempat terombang ambing di laut sekitar 12 jam.

Kapten Kapal KLM Berkah Pandawa Setia, Arianton (43) mengungkapkan bahwa kronologis kejadian itu kapal tersebut mengalami kebocoran.

Baca Juga  Drama Parodi KPS Angkat Tema Rakyat Masih Bergantung dengan Timah

“Jadi pompa kita itu sudah aktif semua ketiga-tiganya dan termasuk pompa induk jadi ada empat, tapi nampaknya air itu tidak susut malahan tambah banyak,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya tidak mengetahui dimana letak posisi kebocoran kapal tersebut.

“Di mana bocornya itu kita kurang tahu, bisa-bisa mungkin di depan, karena kalau di belakang setelah dicek tidak ada tanda-tanda kebocoran kapal,” sebutnya.

Arianton, lokasi tenggelamnya KLM Berkah Pandawa Setia itu di perairan laut Maspari ke tengah sekitar 50 mil.

Lanjut, masih kata Arianton bahwa pihaknya itu berangkat dari Selat Panjang, Kabupaten Meranti,  Provinsi Riau menuju Pelabuhan Sunda Kelapa, Tj. Priok Jakarta Utara.

Baca Juga  Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Nelayan Toboali yang Hilang

“Jadi kapal ini membawa sagu dan baju-baju sekitar 50 ball dari Selat Panjang menuju Pelabuhan Sunda Kelapa, Tj. Priok,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan, total kru kapal KLM Berkah Pandawa Setia ini ada 8 orang, dan semuanya berhasil selamat.

Ketika ditanya awak media apakah kapal tersebut kelebihan muatan, Kapten Kapal menjawab tidak ada kelebihan muatan, malahan kapal ini baru keluar dari dok.