“Yang bagusnya itu ketika panas, terus ada mendung dulu sebentar dan baru hujan yang tidak dibarengi dengan angin. Bagusnya itu hujannya seminggu sekali atau setiap beberapa hari sekali,” tambahnya.

Kendati demikian, Wartam menyarankan kepada petani bawang merah untuk tidak langsung menanam kembali setelah panen. Faktor cuaca, menurutnya, tetap harus menjadi perhitungan.

“Tunggu sampai cuaca bagus, jangan langsung tanam. Sembari menunggu cuaca bagus, lahan bisa ditanam dengan tanaman yang lebih ramah terhadap hujan,” ujarnya.

Jika petani terlanjut melakukan tanam bawang di saat kondisi cuaca kurang bersahabat seperti ini, dia menyarankan untuk membuat bedengan dari mulsa plastik lebih tinggi dari pembuangan air.

Baca Juga  DPRD Bangka Tengah Tinjau Lokasi Banjir di Koba, Saluran Air Menyempit Jadi Sorotan

“Penggunaan fungisida juga perlu dilakukan secara kontinyu dan jangan sampai lengah. Selain itu, pengapuran tanah juga harus lebih ditingkatkan untuk menghindari agar lahan tidak becek. Curah hujan yang tinggi bisa membuat ph tanah menjadi turun,” pungkasnya. (**)