Sementara itu, Martoni selaku koordinator lapangan seusai melakukan audiensi di dalam kantor Bupati Belitung menyampaikan, bahwa audiensi tidak membuahkan hasil.

”Kami memutuskan agar aktivitas pabrik untuk sementara jangan dulu melakukan kegiatan sebelum tuntutan masyarakat dari enam desa menemukan jawaban,” katanya.

Sebelumnya seperti diberitakan, Bupati Belitung H.Sahani Saleh melakukan audiensi bersama Pj Gubernur Babel, Suganda Pandapotan Pasaribu guna membahas persoalan polemik PT PT Foresta Lestari Dwikarya dengan warga.

“Hanya satu masalah yang harus segera kita selesaikan yakni berkaitan dengan persoalan perkebunan sawit karena ada trebel dari tuntutan masyarakat terhadap plasma,” kata Sahani Saleh kepada Timelines.id usai beraudiensi dengan Pj Gubenrur Suganda di Rumah Dinas Gubernur Babel, Senin sore.

Baca Juga  Ketua DPRD Dukung Rencana Pj Gubernur Bangka Belitung Merotasi Pejabatnya

“Perkebunan sawit yang menjadi persoalan ini belum terbangunnya plasma, sedangkan luas perkebunan sekitar 12.000 hektare yang letaknya ada di Desa Kemiri kecamatan Membalong Belitung. Seharusnya 20 persen luas kebun tersebut melibatkan masyarakat,” terangnya.

Sahani menegaskan persoalan ini bukan tumpang tindih lahan namun belum terbangunnya plasma yang diharapkan masyarakat. “Rakyat ini pakai undang-undang pokoknya sehingga mereka perusahaan harus mematuhi padahal UU nya disitu sudah jelas kewajiban perusahaan,” ujarnya.

Sementara, Pj Gubernur Babel, Suganda Pandapotan Pasaribu memastikan akan segera menyelesaikan persoalan plasma perkebunan sawit milik Foresta atau Sinar Mas Grup yang terus mendapat tuntutan dari masyarakat.

PT Foresta Lestari Dwikarya milik Grup Sinar Mas ini berdiri sejak 2003 lalu di Desa Kemiri Membalong Belitung dan hingga saat ini belum memiliki kebun plasma. Pemkab Belitung, katanya, sudah gencar mengingatkan namun tanggapan pihak perusahaan keputusan ada di pusat.

Baca Juga  Pimpin Upacara HUT ke-24, Pj Gubernur Paparkan Capaian Provinsi Babel

“Persoalan ini akan segera kita selesaikan dengan mengundang pihak perusahaan secepatnya, nanti hasilnya akan saya ceritakan ke media jika sudah ada kejelasan,” terang Pj Suganda. (**/)

Terkait persoalan investasi yang tertunda Pj Suganda meyakinkan pihaknya akan melihat target investasi sehingga yang mana bisa diselesaikan ya harus diselesaikan karena investasi ini sangat penting. (**)