“Kalau sudah disertifikasi, artinya tidak akan bisa diklaim negara lain. Kalau diakui negara lain seperti klamunod dan namlung, maka kita akan uji DNA. Makanya kita coba selamatkan dulu varian-varian durian lokal Babar,” katanya.

Tugas selanjutnya, bagaimana varietas durian tersebut dikembangbiakkan, bukan hanya sebatas punya sertifikat saja.

Pemerintah, kata dia siap memberikan dukungan penuh dalam mengembangkan durian unggulan di Babar khususnya Klamunod dan Namlung.

“Tahun ini ada dua titik pengembangan budidaya durian yaitu di Pelangas, Simpangteritip dapat 20 hektare dari APBN. Lalu di Desa Tuik, Kelapa itu kita bantu dari APBD Babel 4 hektare untuk pengembangan budidaya durian. Kita bantu bibit dan saprodinya sesuai usulan mereka,” ujarnya.

Baca Juga  Golkar Kabupaten Bangka Tegas Inginkan 7 Dapil di Pemilu 2024

Terakhir, Edi menyambut baik kontes durian yang digelar oleh Poktan Agro Tani Grup Kecamatan Parittiga itu. Ini merupakan salah satu upaya dalam menggali potensi durian lokal yang ternyata memiliki banyak varietas lain dan punya keunggulan masing-masing.