“Siswi ini berpotensi sehingga perlu dibina di usia remaja dan dewasa bisa menjadi atlet professional tingkat nasional serta berprestasi di ajang internasional,” harap Ketua DPD PAN Basel ini.

Ternyata Zahwa sejak usia 7 tahun dikenalkan olahraga bulu tangkis oleh kakeknya sendiri, Sukawati.

Kebetulan di belakang rumah kakeknya terdapat lapangan bulu tangkis out door yang biasa digunakan warga berolahraga.

Di sanalah, Zahwa dikenalkan bulu tangkis oleh kakeknya sendiri.

Dalam seminggu sedikitnya tiga kali Zahwa bermain bulu tangkis.

Namun Ia tak hanya berlatih di kampungnya saja, Zahwa pun ikut bergabung bersama PBSI Basel dan berlatih dibawah asuhan Andri.

Di lapangan Bulu Tangkis Angsana Toboali, Zahwa berlatih empat kali dalam seminggu.

Baca Juga  78 Mahasiswa Basel Terima Beasiswa, 10 di Antaranya Putra-Putri Presidium

Selain Zahwa, di SDN 18 Jeriji ada juga Luky Irwansyah yang telah banyak mengoleksi medali dan tropi cabor bulu tangkis.

Di O2SN tingkat Provinsi Babel kemarin, Luky berada di posisi dua, meraih medali perak sehingga belum bisa menjadi wakil Babel di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, Zahwa tekun berlatih sehingga prestasinya maksimal di tingkat Babel, mohon doa agar Zahwa terus berlatih maksimal hingga mampu memberikan prestasi terbaik bagi Bangka Selatan dan Bangka Belitung,” tutup Suryanti didampingi istri Endang.