Unjuk Rasa Protes PPDB, Almaster Enggan Beraudiensi di Dalam Ruangan
Apri mengatakan pendidikan adalah tanggungjawab negara dan Pemprov Babel harus hadir karena masyarakat menunggu jawaban dinas terkait dan meminta Penjabat (Pj) Gubernur Babel untuk bertanggungjawab kepada anak-anak yang sampai saat ini belum sekolah.
“Sampai saat ini ada 34 anak yang belum sekolah karena bingung mau sekolah dimana. Di Koba hanya ada 1 SMA negeri dan 2 SMK negeri, tidak ada SMA swasta di Koba, hanya ada dua pondok pesantren saja,” ujarnya.
Menurut Apri, berdasarkan data ada 812 siswa-siswi yang lulus SMP di tahun ini dan SMA SMK Negeri di Koba mampu menampung 828 siswa, namun karena di SMA Negeri 1 Koba kelasnya dikurangi 1, yang sebelumnya ada 8 rombongan belajar (rombel) menjadi 7 rombel sehingga tidak semua siswa-siswi dapat tertampung.
“SMA Negeri 1 siap menambah rombel tapi tidak diizinkan dinas terkait karena akan mempengaruhi sekolah swasta. Sekolah swasta di Koba hanya ada 2 pondok pesantren, tidak mungkin yang nonmuslim harus masuk ke ponpes. Kami harap kebijakan dari Pj gubernur dan dinas pendidikan untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Apri juga meminta kepada dinas pendidikan Babel agar dapat mengkaji untuk bisa membangun SMA Negeri 2 karena hanya di Kota Koba yang memiliki 1 SMA Negeri. Hal ini menurutnya, sangat berbeda dengan kota atau kabupaten lainnya. (Elza)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.