Pihaknya mengapresiasi pelatihan yang telah digelar oleh PT Timah Tbk karena bisa meningkatkan produktivitas lahan pertanian mereka.

Suhari menjelaskan, bahan pupuk kompos itu berasal dari kotoran hewan ayam, limbah nanas, bekas serabut kelapa.

Ia menyebutkan, dalam pelatihan ini mereka juga dilatih untuk membuat serabut kelapa hingga menjadi kompos dengan cara fermentasi.

Sedangkan limbah nanas juga bisa dibuat kompos denga dicacah lalu difermentasikan dulu.

“Jadi kita masih nunggu sekitar 1 bulan kedepan, dan baru kita aplikasikan ke tanaman baru akan terlihat,” bebernya.

Kemudian, Suhari menerangkan unsur hara di eks tambang itu masih rendah sekitar 15 sehingga pertumbuhan produksi nanas kurang maksimal.

Padahal, standar unsur hara sekitar 20 hingga 30, maka dari itu salah satu cara dengan pupuk kompos yang diajarkan dalam pelatihan tersebut.

Baca Juga  PT Timah Tbk Bantu Sukseskan Kegiatan Pemuda di Belo Laut 

“Jadi kalau unsur hara sudah bagus, lokasi ini akan dikembangkan ke agro wisata nantinya,” tandasnya. (Adv)