BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID – Pembangunan SMA negeri baru di Kota Koba, Bangka Tengah dianggap bisa menjadi salah satu solusi terhadap polemik PPDB SMA/SMK yang terjadi. Langkah tersebut perlu diambil agar tidak ada lagi siswa-siswi di ibukota Kabupaten Bangka Tengah yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK.

Apalagi saat ini diketahui bahwa di Kota Koba hanya memiliki satu SMAN dan dua SMKN dimana daya tampung sekolah tersebut sering kali sudah penuh dan tidak bisa menampung siswa baru. Alhasil, ada sekitar 34 siswa lulusan SMP yang saat ini nasibnya belum jelas karena tidak bisa melanjutkan pendidikan.

“Di Koba itu memang agak beda, karena enggak ada sekolah swasta. Pemkab Bangka Tengah sangat mendukung untuk dibangunnya SMA negeri baru di Kota Koba,” kata Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Rabu (26/7/2023).

Baca Juga  THR ASN Bangka Tengah Mulai Dicairkan, OPD Diminta Segera Ajukan Pembayaran

Menurut dia, permasalahan terkait 30-an siswa dari Koba yang terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK sudah sejak lama dia laporkan ke Pj Gubernur Babel. Oleh karena itu, bagaimana caranya, permasalahan tersebut, menurut politisi Partai Golkar ini harus ada solusinya.

“Jangan sampai ada anak-anak di Bangka Tengah yang tidak bisa bersekolah. Kalau penambahan rombel (rombongan belajar-red) itu solusi jangka pendek. Silahkan lah itu karena itu kewenangan provinsi untuk menambah rombel,” jelasnya.